Latihan Tempur China Kepung Taiwan dari Segala Penjuru, Taiwan Siaga Perang

Must Read

JAKARTAVIEW.ID, – Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan siaga penuh dan memperkuat pertahanan wilayahnya setelah Pemerintah China mengumumkan latihan militer dalam formasi mengepung Taiwan dari segala penjuru. Taipei menyebut, latihan militer China itu mengancam pelabuhan-pelabuhan utama dan area-area perkotaan Taiwan.

Ketegangan di kawasan Selat Taiwan meningkat setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mendarat di Taipei, Taiwan, Selasa (2/8/2022) malam waktu setempat. Spekulasi mengenai kunjungan Pelosi ke Taiwan sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Semula politisi Partai Demokrat AS itu tidak mencantumkan Taiwan dalam daftar wilayah yang akan dikunjunginya.

Sebelum kedatangannya, Beijing memperingatkan dampak politik yang mengerikan dari kunjungannya ke Taiwan, yang diklaim sebagai bagian dari wilayahnya. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa militer China ”tidak akan tinggal diam” jika Beijing merasa ”kedaulatan dan integritas teritorialnya” terancam.

Sebagai respons atas kunjungan Pelosi tersebut, China mengumumkan serangkaian latihan militer di sekitar Taiwan. Komando Palagan Timur menyebut, ”Latihan bersama angkatan laut dan angkatan udara ini akan digelar di sisi utara, barat daya, serta sisi timur laut perairan dan wilayah udara” Taiwan. Latihan itu mencakup penembakan amunisi jarak jauh di Selat Taiwan.

BACA JUGA:

Selat Taiwan merupakan pemisah antara Pulau Taiwan dan China daratan. Menurut titik koordinat yang dirilis Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), dalam beberapa titik zona operasi latihan militer China itu hanya berjarak 20 kilometer dari garis pantai Taiwan.

”Kementerian Pertahanan memantau secara ketat dan memperkuat persiapan serta akan merespons secara memadai saat dibutuhkan,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan. ”Militer (Taiwan) pasti akan siaga di pos-posnya dan melindungi keamanan nasional. Kami meminta masyarakat tenang dan mendukung militer.”

Pernyataan Kemenhan Taiwan menambahkan, latihan militer China merupakan ”upaya mengancam pelabuhan-pelabuhan penting dan area-area urban kita serta secara unilateral mengancam keamanan perdamaian dan stabilitas kawasan”. ”Langkah itu akan membantu citra internasional China,” lanjut Kemenhan Taiwan.

Dampak di pasar saham

Pasar saham global terdampak akibat kunjungan Pelosi ke Taiwan. Situasi ini telah menyebabkan ketegangan baru yang dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan lanjutan antara AS dan China.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan hingga 27 poin atau 0,7 persen pada sesi penutupan perdagangan Selasa (2/8/2022) dan ditutup pada 4.091. Sementara Dow Jones turun 1,2 persen dan Nasdaq juga mengalami penurunan sebesar 0,2 persen.

Hang Seng Index (HSI) Hong Kong mengalami penurunan hingga 2,4 persen. Sementara Shanghai Composite Index (SHCOMP) China turun hingga 2,3 persen. Situasi ini juga diikuti pasar saham di Eropa yang mengalami penurunan karena investor mempertimbangkan implikasi pasar dari perjalanan Pelosi tersebut.

”Kunjungan Pelosi ke Taiwan menjadi pembuka periode berbahaya ketegangan AS-China-Taiwan. Situasi ini akan menambah dan meningkatkan risiko pasar,” kata analis Raymond James Equity Research Alex Anderson, dikutip dari laman CBS News. Dia menambahkan, pasar dan investor menanti reaksi Pemerintah China atas kunjungan Pelosi itu sebelum memutuskan mengambil sikap dan kebijakan lanjutan.

”Kunjungan Pelosi ke Taiwan merusak sentimen hari ini,” kata Stephen Innes, Managing Partner SPI Asset Management, Selasa. ”Dan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dan kekhawatiran yang mendalam tentang perlambatan ekonomi global, investor terjun langsung ke obligasi AS.”

Kunjungan Pelosi telah membuat kegelisahan baru di kalangan investor yang sudah ketakutan oleh ancaman perlambatan global di tengah melonjaknya inflasi global. Meningkatnya ketegangan antara China dan AS berisiko menggerogoti situasi ekonomi yang saat ini tengah rapuh, yang bisa berujung pada tindakan investor memborong aset-aset safe-haven, seperti dollar dan yen. Situasi ini dikhawatirkan akan membebani ekuitas.

Ian Lyngen, ahli strategi pasar pada BMO Capital Markets, dikutip dari laman Bloomberg, mengatakan, yang dinanti pasar adalah reaksi Pemerintah China dan entitas bisnisnya atas kunjungan Pelosi ini. ”Mengingat besarnya aksi jual, hanya masalah waktu sebelum spekulasi bahwa China menggunakan kepemilikan Treasury yang signifikan sebagai pembalasan atas kunjungan Pelosi,” katanya.

Sementara itu, Edward Moya, analis pasar OANDA, menilai pasar mengkhawatirkan respons China yang bisa berdampak pada rantai pasokan global. Dia juga menilai kunjungan Pelosi bisa berdampak pada pasar uang digital.

”Respons China terhadap perjalanan Pelosi ke Taiwan dapat berdampak pada rantai pasokan dan permintaan, yang dapat menjaga tekanan inflasi tetap kuat. Mata uang kripto juga dapat terpukul karena ketegangan atas kunjungan Ketua DPR Pelosi ke Taiwan bisa membuat nilai mata uang kripto lebih rendah,” katanya.

Sejauh ini belum terlihat ada aksi militer dari China meski Beijing telah menyiagakan ketiga angkatannya di wilayah dekat dengan Taiwan. Akan tetapi, dari segi ekonomi, mulai pada hari Rabu (3/8/2022), Pemerintah China telah menangguhkan impor jeruk, ikan layur, dan makarel kuda beku dari Taiwan. Kementerian Perdagangan China juga menyatakan mereka menangguhkan ekspor pasir alam ke Taiwan yang biasa digunakan untuk reklamasi.

Pertemuan Pelosi-Tsai

Pelosi yang menginap di Hotel Grand Hyatt, Taipei, dalam pengawalan yang ketat, direncanakan berpidato di parlemen Taiwan hari ini. Dia juga melakukan pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen serta bertemu dengan sejumlah aktivis hak asasi manusia.

”Hari ini dunia dihadapkan pada pilihan antara demokrasi dan otokrasi,” kata Pelosi dalam pidato singkat saat bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. ”Tekad kuat Amerika untuk menjaga demokrasi di sini di Taiwan dan seluruh dunia tetap kokoh”.

Tsai menyampaikan terima kasih terhadap Pelosi atas dukungannya selama beberapa dekade bagi Taiwan. Ia menganugerahkan penghargaan penghormatan sipil, Order of the Propitious Clouds, kepada Pelosi.

”Menghadapi ancaman militer yang terus meningkat, Taiwan tidak akan mundur. Kami akan dengan kokoh mempertahankan kedaulatan negeri kami dan melanjutkan berpegang di jalur menjaga demokrasi,” kata Tsai.

Sementara di sidang parlemen, Pelosi berterima kasih kepada Presiden Tsai Ing-wen atas kepemimpinannya menyerukan peningkatan kerja sama antarparlemen. Dia juga memuji pelaksanaan demokrasi di Taiwan. ”Kami memuji Taiwan karena menjadi salah satu masyarakat paling bebas di dunia,” kata Pelosi di parlemen Taiwan.

Untuk mengamankan kunjungan Pelosi di Taiwan, militer AS menyiagakan setidaknya empat kapal perang AS di perairan dekat Taiwan. Armada Ketujuh Angkatan Laut AS dalam pernyataannya menyebutkan, kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan saat ini berada di sebelah selatan Taiwan.

Selain USS Ronald Reagan, USS Carl Brashear, USS Higgins, dan USS Tripoli juga berada tidak jauh dari perairan Taiwan. Ronald Reagan dan Tripoli keduanya merupakan pembawa jet tempur generasi terbaru F-35.

Para pejabat AS telah berusaha meyakinkan Beijing bahwa posisi kedua kapal ini di kawasan itu tidak terkait dengan kunjungan Pelosi, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan, Washington akan memastikan keamanan Pelosi selama melakukan kunjungan.

(KOMPAS/AP/AFP/REUTERS)

LAINNYA:

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Menumpang Roket SpaceX, Korea Selatan Kirim Pengorbit ke Bulan

JAKARTAVIEW.ID, - Korea Selatan pada hari Jumat, 5 Agustus 2022, meluncurkan pengorbit bulan yang pertama menyusul upaya Negeri Gingseng...
- Advertisement -

More Articles Like This